Selasa, 21 Februari 2012

Untuk Sebuah Pilihan

Untuk sebuah pilihan

Untuk sebuah pilihan....
Kita banyak belajar untuk bersabar, tersenyum, menangis, saat tersakiti...

Untuk sebuah pilihan....

Kita harus terus bertahan.. dengan peluh yang bertambah-tambah, dengan lelah yang mengejar, menyuruh untuk sekedar istrahat...
tapi sekali lagi kita telah memilih... dan tentunya kita bukan pengecut kan??

Terlalu sering kepedihan itu datang... namun dunia ini terlalu singkat untuk mendepak kita mundur dari perjalanan yang lebih panjang...

Bukankan kita punya cita-cita besar?  Sehingga segala penghalang itu kita kecilkan??
Jika suatu saat aku, engkau, atau teman-teman seperjuangan melupakan pilihan ini.. Maka...

Ingat.., ingatlah peluh yang dulu terasa nikmat saat menetesi pelipis-pelipis kita.
Kenang.., kenganglah pegal yang menyelimuti tidurmu sedang engkau sangat bahagia dengannya...

Sebab dahulu engkau yakin bahwa istrahat bukan di sini.. dan engkaupun yakin bahwa penghalang-penghalang itu akan mengantarmu untuk menemui-Nya dengan leluasa..

Saat ini, kita sudah memilih..
Jangan pernah berpikir untuk mengganti pilihan ini dengan yang lain

Sebab meski di sini engkau acap tertatih, yakinlah Allah Maha Tahu bagaimana cara untuk menghapus kesedihanmu, menghibur kepenatanmu,
karena  Dia mencintaimu