Apa yang telah kita berikan untuk Islam??? Apa yang telah Islam berikan pada kita??
Saudariku, para aktivis dakwah. Sepantasnyalah kita malu pada istri Firaun. Betapa ujian yang diberikan Allah padanya tidaklah menjadikannya mundur dan berkurang keyakinannya pada Allah. Betapa banyak diantara kita yang karena alasan "terdesak", menggadaikan keyakinan kita akan janji Allah pada orang-orang yang berjuang di atas jalanNya.
Marilah kita menengok pada kisah indah dalam perjuangan Islam, seorang wanita yang dijamin oleha Allah masuk syurga, Aisyah binti Muzahim, istri Firaun....
Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah
Firaun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut
tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari
suaminya.
Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan
berkata pada mereka, "Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti
Muzahaim?" Mereka menyanjungnya. Lalu Firaun berkata lagi kepada
mereka,"Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku." Berkatalah mereka
kepadanya,"Bunuhlah dia!"
Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.
Dimulailah siksaan itu, Firaun pun memerintahkan para algojonya untuk
memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak
tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik
matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya.
Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan
batu yang besar.
Subhanallah…saudariku, mampukah kita (seorang aktivis dakwah) menghadapi siksaan
semacam itu?
Saudariku...lihatlah apa yang dilakukan oleh Asiyah. Siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan
wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin
menguatkan keimanannya.
Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya
tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman
wanita ini. Ketika Firaun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para
malaikat pun datang menaunginya.
Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini
senantiasa berdoa memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah
mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya
yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di
dalam al-Quran,
"Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga
dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkan aku
dari kaum yang dzalim." (Qs. At-Tahrim:11)
Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita
mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk
memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Firaun dan algojonya. Ia
malah tersenyum gembira yang membuat Firaun bingung dan terheran-heran.
Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang?
Sungguh terasa aneh semua itu baginya.
Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci
wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya.
Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang
tak berperikemanusiaan.
Saudariku.., sepantasnyalah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini.
Perjuangan kita belum ada apa-apanya. Tidak pantas hanya dengan kesibukan dakwah, menjadikan kita merasa lebih mulia dengan yang lain. Bukan karena tingginya amanah yang menyebabkan kita masuk syurga. Tapi sejauh mana keikhlasan yang kita miliki dalam berdakwah, dakwah ilallah. Kemuliaan hanya bisa diraih dengan amal
shalih dan pengorbanan.
Betapa wanita mulia ini meninggalkan gemerlap dunia untuk kembali pada Rabbnya. Sepantasnyalah kita malu padanya, dimana
dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan
segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang
dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati
dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di
sisi manusia.
Berdoalah agar Allah senantiasa mengistiqomahkan kita sampai akhir kelak. Jangan sampai karena gemerlapnya dunia kita rela menggadaikan pakaian kemulyaan kita, melepaskan hijab yang menutupi aurat kita, melepaskan aqidah yang mengakar kuat dalam dada kita..wal' iyaudzu billah..
Berdoalah saudariku...mintalah pada yang membolak-balikkan hati.
Semoga Allah mengistiqomahkan diri-diri kita sampai akhir hidup kita.