Dia... yang mulia dengan Islam
Suatu hari...
Kumelihatnya berjalan sendiri menapaki jalan-jalan kerikil
Sesekali kulihat ia berhenti... sekedar beristrahat, menyeka keringat yang membasahi tubuhnya...
Yah..itulah rutinitasnya
Dia begitu tenang...berjalan, tanpa menghiraukan senyuman nakal para lelaki hidung belang.
Suatu sore, kumelihatnya kembali menapaki jalan kerikil itu
Tapi...ada yang beda dengannya, tidak seperti biasa
Kini...
Dia tampak anggun dalam balutan hijab kesempurnaan seorang muslimah
dan dia tidak sendiri...ada banyak muslimah yang berjalan bersamanya
dengan penuh ketawadhuan...
Wajahnya memancarkan cahaya kesejukkan..
Sore-sore berikutnya kumelihatnya kembali
Masih setia berjalan menapaki kerikil-kerikil itu...
Kulihat, semakin banyak orang yang bersamanya.
Kerikil-kerikil itu pun semakin banyak...semakin tajam.. tapi, ia masih menapakinya dengan penuh semangat
Sesekali kerikil itu melukainya...
Tak jarang kumelihatnya menahan sakit karenanya...
Tapi...ia tetap tersenyum...dengan senyuman yang indah..
Kemarin, kembali kumelihatnya...
Dia masih saja menapaki kerikil-kerikil itu
Tapi...kini dia sendiri....
Kurasakan sungai-sungai mengalir dari balik hijabnya...
Sungai-sungai itu kadang rasanya manis..., pahit...,
Tak goyah, ia terus melangkah...
Tapi...aku resah melihatnya yang sendiri.
Di mana yang selama ini menyertainya???
Di mana pejalan-pejalan lainnya yang begitu semangat menapaki kerikil-kerikil itu???
Adakah mereka juga terluka oleh kerikil???
Apakah mereka kehilangan alas kaki sehingga terluka???
Tidak adakah obat yang mereka temukan untuk membuatnya kembali bisa berjalan di atas kerikil itu???
Apakah luka karena kerikil itu begitu dalam sehingga mereka enggan untuk kembali menapakinya???
Ke mana mereka???
Tiba-tiba, kumerindukan mereka yang dulu meramaikan perjalanan menapaki kerikil-kerikil itu...
Senja tadi...
Kumasih melihatnya menapaki kerikil itu...
Ia masih tetap tersenyum...
Ia masih tetap semangat dalam balutan hijabnya.
Ia terus melangkah...
Ya Allah...
Kuatkan pijakan kakinya....
Sejukkan hatinya dengan iman...
Buatlah ia tetap tersenyum sampai menemuiMu
bismiLLAH, ini blog Kak Inci yah?
BalasHapus(Syifaa')
Hanya merasa mengenali cara tulisan di atas mengalir, seperti cara murobbiyahku...
BalasHapusmurobbiyahku.. :D
BalasHapusmurobbiyah kita bersama (eh, kayak iklannya indosiar)
BalasHapusmana kakak admin (pemilik blog)...?