Senin, 09 April 2012

Sudah Tawakkalkah Kita? (Renungan bagi Aktivis Dakwah Kampus)

-->

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana memberi rezeki kepada burung, (yang) pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong, dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (H.R Ahmad)

Suatu ketika, ada seorang sahabat datang menemui Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam namun untanya tidak diikat dengan mengatakan bertawakkal kepada Allah.  Rasulullah kemudian bersabda : “ikat dulu, baru bertawakkal” (H.R Ibnu Hibban dari Amr bin Umayyah ad-Darimi).
Tawakkal adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar (berusaha).  Sebagian ulama mengatakan, “Tidak dikatakan tawakkal, kecuali setelah adanya upaya dan ditempuhnya sebab.”
Secara toeri, konsep ini sangat mudah diingat dan diucapkan, tapi dalam tataran aplikasi, begitu banyak yang terjatuh, bahkan seorang aktivis dakwah kampus (ADK) sekali pun.  Padahal, dalil – dalil tersebut merupakan konsumsi sehari – hari bagi mereka. 
Wahai Aktivis Dakwah Kampus, sadarlah bahwa Syaithan sangat pintar dalam menggelincirkan manusia, begitu banyak senjata ampuh yang mereka miliki.  Maka dibutuhkan ilmu dan iman yang tebal dalam melakukan aktivitas keseharian kita.
Begitu banyak dalih yang dilontarkan seorang ADK ketika ditanya tentang kondisi dakwah kampusnya yang semakin terpuruk; “ini karena si fulanah terlalu larut dengan masalah pribadinya”, “si-PJ sibuk menyelesaikan skripsi”, “tidak ada yang berinisiatif, semua menunggu diarahkan sementara sang pemberi arahan hilang entah ke mana”, dsb.  Beginikah ADK hari ini?  Ketika dimintai pertanggungjawaban di hadapan manusia begitu banyak dalih yang dilancarkan, begitu banyak orang yang dengan mudahnya disebutkan bersalah dalam hal ini.  Hati – hati!!!!  Karena sikap saling menyalahkan terkadang lahir dari adanya perasaan kita yang lebih sibuk dibandingkan yang lain.  Bukankah ini juga bentuk sombong?
Kemaksiatan dalam diri seseorang akan mengundang hadirnya kemaksiatan yang lain.  Bisa jadi fenomena di atas muncul karena kurangnya tawakkal yang menghiasi pergerakan kita.  Tawakkal harusnya lahir setelah melakukan ikhtiar.  Namun, apa yang lahir dari seorang ADK setelah melakukan ikhtiar, berdakwah, mengajak saudarinya pada Islam?  Apa yang lahir pada diri kita saudariku??  Sudahkah tawakkal itu muncul dan mewarnai setiap perjalanan kita?  Atau justru yang lahir adalah sikap menyalahkan yang lain?  Mari berhenti sejenak, melihat ke belakang untuk meluruskan langkah kita ke depan.  Melihat dan merenungi, adakah tawakkal itu selalu hadir dalam aktivitas dakwah kita?  Dalam keseharian kita?
Keutamaan Tawakkal
1.      Dicukupkan rezekinya dan dimudahkan urusannya
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya” (Q.S Ath Thalaq : 3)
Artinya, Allah menyelamatkan dan melepaskannya dari kesusahan dunia maupun akhirat, dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

2.      Dilindungi dari godaan syaithan
“Sesungguhnya tiada baginya syaithan memiliki kuasa untuk menggoda atas orang – orang yang beriman dan orang – orang yang bertawakkal kepada Allah” (Q.S An Nahl : 99)

3.      Menjadi orang yang kuat dan tangguh
Imam Ahmad mengatakan : Barang siapa ingin menjadi orang tekuat, hendaknya dia bertawakkal kepada Allah

4.      Dapat menolak kejahatan
Ketika Nabi Yusuf ‘alaihissalam dilempar ke dalam sumur, beliau membaca “hasbunallahu wa ni’mal wakil” sehingga diselamtkan oleh Allah.  Nabi Ibrahim ‘alaihissalam juga menyatakan sebagaiman Nabi Yusuf sehingga diselamatkan dari kobaran api.  Aisyah radhiallahu anhu juga membaca doa tersebut sehingga Allah selamatkan dari fitnah haditsul ifki (kabar bohong) yang dilontarkan orang – orang munafik.
Ali bin Abi Thalib mengatakan : “Barangsiapa bersandar pada hartanya, maka ia akan berkurang; barangsiapa bersandar pada akalnya, maka akan sesat; barangsiapa bertumpu pada jabatan kedudukannya, maka ia menjadi hina; dan barangsiapa bersandar pada Allah, maka ia tidak akan kurang, sebab Allah akan mencukupinya, ia tidak akan sesat dan tidak pula terhina”

Subahanallah…  Indahnya perjuangan ini bila tawakkal menghiasi pergerakan kita.  Begitu banyak pertolongan yang Allah janjikan kepada orang – orang yang bertawakkal.  Ayat Al Quran yang menjadi motto sebagian ADK “intanshurullaha yanshurkum” insya Allah akan kita raih, dengan memperbanyak ibadah, dan tidak meninggalkan perintah Allah, salah satunya bertawakkal.  Allahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ittaqillaha haitsu maa kunta