“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana memberi rezeki kepada burung, (yang) pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong, dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (H.R Ahmad)
Suatu ketika, ada seorang
sahabat datang menemui Rasulullah salallahu
‘alaihi wa sallam namun untanya tidak diikat dengan mengatakan bertawakkal
kepada Allah. Rasulullah kemudian bersabda
: “ikat dulu, baru bertawakkal” (H.R
Ibnu Hibban dari Amr bin Umayyah ad-Darimi).
Tawakkal adalah menyerahkan
sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar (berusaha). Sebagian ulama mengatakan, “Tidak dikatakan
tawakkal, kecuali setelah adanya upaya dan ditempuhnya sebab.”
Secara toeri, konsep ini sangat
mudah diingat dan diucapkan, tapi dalam tataran aplikasi, begitu banyak yang
terjatuh, bahkan seorang aktivis dakwah kampus (ADK) sekali pun. Padahal, dalil – dalil tersebut merupakan
konsumsi sehari – hari bagi mereka.
Wahai Aktivis Dakwah Kampus,
sadarlah bahwa Syaithan
sangat pintar dalam menggelincirkan manusia, begitu banyak senjata ampuh yang
mereka miliki. Maka dibutuhkan ilmu dan iman yang tebal
dalam melakukan aktivitas keseharian kita.
Begitu banyak dalih yang
dilontarkan seorang ADK ketika ditanya tentang kondisi dakwah kampusnya yang
semakin terpuruk; “ini karena si fulanah terlalu larut dengan masalah
pribadinya”, “si-PJ sibuk menyelesaikan
skripsi”, “tidak ada yang berinisiatif, semua menunggu diarahkan sementara sang
pemberi arahan hilang entah ke mana”, dsb.
Beginikah ADK hari ini? Ketika
dimintai pertanggungjawaban di hadapan manusia begitu banyak dalih yang
dilancarkan, begitu banyak orang yang dengan mudahnya disebutkan bersalah dalam
hal ini. Hati – hati!!!! Karena sikap saling menyalahkan terkadang
lahir dari adanya perasaan kita yang lebih sibuk dibandingkan yang
lain. Bukankah ini juga bentuk sombong?
Kemaksiatan dalam diri
seseorang akan mengundang hadirnya kemaksiatan yang lain. Bisa jadi fenomena di atas muncul karena
kurangnya tawakkal yang menghiasi pergerakan kita. Tawakkal harusnya lahir setelah melakukan
ikhtiar. Namun, apa yang lahir dari
seorang ADK setelah melakukan ikhtiar, berdakwah, mengajak saudarinya pada
Islam? Apa yang lahir pada diri kita
saudariku?? Sudahkah tawakkal itu muncul
dan mewarnai setiap perjalanan kita? Atau
justru yang lahir adalah sikap menyalahkan yang lain? Mari berhenti sejenak, melihat ke belakang
untuk meluruskan langkah kita ke depan. Melihat
dan merenungi, adakah tawakkal itu selalu hadir dalam aktivitas dakwah
kita? Dalam keseharian kita?
Keutamaan
Tawakkal
1.
Dicukupkan rezekinya dan dimudahkan urusannya
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah,
maka Allah akan mencukupinya” (Q.S Ath Thalaq : 3)
Artinya,
Allah menyelamatkan dan melepaskannya dari kesusahan dunia maupun akhirat, dan
Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
2.
Dilindungi dari godaan syaithan
“Sesungguhnya tiada baginya syaithan
memiliki kuasa untuk menggoda atas orang – orang yang beriman dan orang – orang
yang bertawakkal kepada Allah” (Q.S An Nahl : 99)
3.
Menjadi orang yang kuat dan tangguh
Imam
Ahmad mengatakan : Barang siapa ingin
menjadi orang tekuat, hendaknya dia bertawakkal kepada Allah
4.
Dapat menolak kejahatan
Ketika
Nabi Yusuf ‘alaihissalam dilempar ke
dalam sumur, beliau membaca “hasbunallahu wa ni’mal wakil” sehingga diselamtkan
oleh Allah. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam juga menyatakan sebagaiman
Nabi Yusuf sehingga diselamatkan dari kobaran api. Aisyah radhiallahu
anhu juga membaca doa tersebut sehingga Allah selamatkan dari fitnah haditsul ifki (kabar bohong) yang
dilontarkan orang – orang munafik.
Ali bin Abi Thalib mengatakan :
“Barangsiapa bersandar pada hartanya,
maka ia akan berkurang; barangsiapa bersandar pada akalnya, maka akan sesat;
barangsiapa bertumpu pada jabatan kedudukannya, maka ia menjadi hina; dan
barangsiapa bersandar pada Allah, maka ia tidak akan kurang, sebab Allah akan
mencukupinya, ia tidak akan sesat dan tidak pula terhina”
Subahanallah… Indahnya perjuangan ini bila tawakkal
menghiasi pergerakan kita. Begitu banyak
pertolongan yang Allah janjikan kepada orang – orang yang bertawakkal. Ayat Al Quran yang menjadi motto sebagian ADK
“intanshurullaha yanshurkum” insya
Allah akan kita raih, dengan memperbanyak ibadah, dan tidak meninggalkan
perintah Allah, salah satunya bertawakkal.
Allahu a’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ittaqillaha haitsu maa kunta